Program SAID Jalan, Bondowoso Minta Unej Tambah Kekuatan

09 Juli 2017, Late Post

Jember – Universitas Jember melalui Program Universitas Membangun Desa (UMD) membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso mewujudkan Sistem Administrasi dan Informasi Desa (SAID).

Jika sebelumnya hanya ada 10 desa yang sudah menerapkan SAID, rencananya jumlah ini bakal ditambah menjadi 62. Penegasan ini disampaikan Rektor Universitas Jember Moch. Hasan saat menerima Asisten I Pemkab Bondowoso Agung Tri Handono bersama rombongan di ruang kerjanya, kemarin.

“Alhamdulillah, program UMD yang dilaksanakan oleh Universitas Jember di sepuluh desa dinilai berhasil, bahkan pihak pemerintah Australia sebagai penyandang dana bermaksud melanjutkan program ini,” jelas Moch. Hasan melalui siaran pers kepada Kabarjatim.com.

Sedianya, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, akan meresmikan program SAID Bondowoso pada 10 Juli 2017 nanti. Selain itu, Eko Putro Sandjojo bakal menjadi pemateri utama dalam sarasehan dengan tema membangun sinergitas perguruan tinggi dalam mendukung kemandirian desa.

Menurut Moch. Hasan, komitmen Universitas Jember membantu Pemkab Bondowoso mewujudkan SAID tidak lepas dari keberhasilan Program UMD di sepuluh desa di Kecamatan Wringin dan Cermee yang dilakukan pada 2016 hingga 2017 ini, melalui program Kuliah Kerja Nyata tematik UMD.

Dalam prakteknya, Universitas Jember menerjunkan sepuluh mahasiswa di setiap desa dengan motor penggerak para mahasiswa yang memiliki kemampuan teknologi informasi, semisal dari Program Studi Sistem Informasi. Para mahasiswa inilah yang menggali dan mengumpulkan data hingga memunculkan potensi desa, mereka juga melatih perangkat dan warga desa agar mampu menerapkan SAID.

Untuk diketahui, program UMD Universitas Jember mendapatkan sokongan dana dari pemerintah Australia melalui Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK), yang merupakan organisasi kemitraan antara Pemerintah Australia dan Indonesia dalam mendukung  program pengentasan kemiskinan melalui peningkatan pelayanan dasar seperti kesehatan, dan pendidikan. KOMPAK juga mendorong penguatan tata kelola pemerintahan desa dan pengembangan potensi ekonomi kreatif desa.

Keberhasilan Universitas Jember mengelola Program UMD antara lain tampak dari mulai munculnya inisiatif beberapa desa untuk menggali potensi desanya masing-masing, selain tentunya meningkatkan mutu layanan pemerintah desa.

“Salah satu contohnya Desa Glingseran di Kecamatan Wringin yang kini berstatus desa wisata dengan destinasi wisata unggulan berupa mata air Dewi Rengganis. Keberhasilan tersebut bermula dari penerapan SAID, yang mampu menemukan dan mengembangkan potensi desa,” jelasnya.

Bahkan menurut Moch. Hasan, tiga perguruan tinggi yakni Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Universitas Katolik Parahyangan Bandung telah belajar mengenai pelaksanaan Program UMD Universitas Jember pada bulan Mei lalu.

Untuk mencapai target penerapan SAID di Bondowoso, Universitas Jember akan menerjunkan 520 mahasiswa yang bakal menjalani program KKN tematik UMD di Bondowoso. Menurut rencana, mereka bakal dilepas oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia di stadion Kampus Tegalboto (11/7). Para mahasiswa tersebut  adalah sebagian dari 2.200 mahasiswa Universitas Jember yang mengikuti program KKN.

Sementara itu, Agung Tri Handono menuturkan bahwa Pemkab Bondowoso dalam waktu dekat bakal mengirimkan para kepala desa dan operator SAID untuk belajar di kampus Tegalboto. “Harapannya, secara bertahap seluruh desa di Bondowoso bakal menerapkan program SAID,” tegasnya.

Sumber (Source) : http://www.kabarjatim.com/2017/07/program-said-jalan-bondowoso-minta-unej.html?m=1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *